Sebuah Kecerobohan(lagi)

Ya mungkin mereka benar aku bodoh, aku ceroboh. Kecewa, kecewa mengetahui kecerobohan-kecerobohan yang sering aku lakukan. Satu kecerobohan yang baru-baru ini aku lakukan. Ya, satu lagi masuk ke dalam list kecerobohanku. Aku memesan tiket pesawat pulang pergi jakarta-palembang dan palembang-jakarta melalui website resmi suatu maskapai penerbangan. Setelah itu aku membayarkan tanggunganku. Voila, tiket pesawat sudah ada di tanganku. Tapi sayang, baru kusadari ketika aku sedang di bis menuju bandara bahwa tiket yang kupercaya tiket palembang-jakarta itu ternyata tiket jakarta-palembang lagi. Ya, otakku lama melakukan koneksi antar jaringan. Empat hari setelah kubeli tiket itu, barulah kusadari kesalahanku. Lalu aku berpikir, begitu cerobohnya diriku ini. Begitu mudahnya diriku membuat kesalahan. Pikiranku kacau. Uangku terbuang sia-sia. Uang yang seharusnya aku simpan untuk menjelajahi jogja. Tapi aku tidak putus asa. Aku berusaha agar tiket ini dapat diganti dengan tiket palembang-jakarta. Namun, hasilnya nihil. Secercah harapan pun datang dari segerombolan lelaki yang dikenal sebagai calo. Ya, kami mau tapi kami beli setengah harga. Sedikit getaran listrik mengagetkanku. Tapi akhirnya aku merelakan tiketku ini ditukarkan dengan beberapa lembar uang berwarna biru. Yang tidak sebanding dengan harga tiket yang kubeli. Tak apalah, itu hukuman karena kecerobohanku. Namun, satu lagi pengalaman berharga kudapatkan. Aku tidak boleh ceroboh. Tidak boleh. Cukup sekali ini saja aku mengalami ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s